“Inovasi Pembelajaran Literasi Numerasi Berbasis Teknologi Untuk Siswa Sekolah Dasar”
Malang, 8 Januari 2026 – PGSD Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan Seminar Nasional. Seminar Nasional yang diadakan di Aula GKB IV lantai 9 ini memilih tema “Inovasi Pembelajaran Literasi Numerasi Berbasis Teknologi Untuk Siswa Sekolah Dasar”. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan dilanjutkan lagu Sang Surya. Kemudian dilanjutkan pembacaan do’a. Sebelum memasuki kegiatan inti, dibuka dengan tarian tradisional yang dibawakan oleh Mahasiswa PGSD yang mengikuti UKM Sansekerta. Seusai penampilan tersebut dilanjutkan dengan sesi foto bersama oleh Dosen PGSD, Pemateri, dan Mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Malang.
Memasuki kegiatan inti diawali dengan sambutan oleh Ketua Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMM. Pada acara inti oleh pemateri pertama Ibu Dr. Enik Chairul Umah, M.Pd yang membawakan materi “Penguatan Literasi dan Numerasi di Sekolah Dasar”. Beliau menyampaikan bahwa literasi adalah keterampilan mental berpikir peserta didik dalam memaknai informasi, yang mempengaruhi tidak hanya pengetahuan, melainkan sikap dan pengambilan keputusan. Tidak hanya itu literasi juga adalah kemampuan untuk mengidentifikasi, memahami, menafsirkan, membuat, menghitung, dan berkomunikasi menggunakan materi visual, audio, dan digital lintas disiplin ilmu dan dalan konteks apa pun.
Tidak hanya itu beliau juga menyampaikan terkait penguatan literasi dalam pembelajaran dan asesmen, bahwa para guru atau pendidik menyiapkan buku bacaan yang bermutu untuk peserta didik, seperti buku yang memiliki daya pikat visual dan daya pikat cerita, memiliki tema dan materi yang diminati oleh peserta didik, kesesuaian dengan kemampuan membaca peserta didik, muatan budaya yang mewakili peserta didik atau budaya lain yang meluaskan wawasan pengetahuan peserta didik, serta pemantik kegembiraan bagi anak dekat dengan kehidupan anak, melibatkan dan menginspirasi peserta didik.
Selanjutnya pemateri kedua dilanjutkan oleh Ibu Dr. Beti Istanti Suwandayani, M.Pd. Beliau membawakan materi “Numerasi Itu Seru! Mengajar Matematika SD Dengan Pembelajaran Kontekstual“. Beliau menyampaikan bahwa numerasi adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam menggunakan pengetahuan matematika yang dimilikinya dalam menjelaskan kejadian, memecahkan masalah, atau mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Beliau juga menyampaikan bahwa numerasi tidak hanya berhitung tetapi memahami angka dalam kehidupan, bernalar dan mengambil keputusan, dan menyelesaikan masalah sehari hari. Numerasi juga menekankan penggunaan pengetahuan matematika secara kontekstual, kritis, dan fungsional dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga beliau menyampaikan terkait kompetensi numerasi yaitu knowing (pemahaman), applaying (penerapan), dan reasoning (penalaran).
Tidak hanya itu saja beliau juga mengajak Mahasiswa PGSD untuk bermain operasi bilangan yang dilakukan dengan berdiri di atas ubin dan menghitung sesuai dengan peraturan operasi bilangan. Permainan tersebut bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi dan kemampuan berhitung.
Selain itu dijelaskan juga mengenai contoh numerasi lintas mata pelajaran yaitu seperti literasi yang memiliki unsur numerasi bilangan, pendidkan IPA unsur numerasi pengukuran (berat), Pendidikan IPS unsur numerasi pengukuran (waktu), seni music unsur numerasi (bilangan dan pola), Pendidikan jasmani unsur numerasi (geometri), dan seni budaya unsur numerasi pengukuran dan geometri.
Selanjutnya materi ketiga dilanjutkan oleh Bapak Prof. Dr. Moh. Mahfud Effendi, M.M. Beliau membawakan materi “Inovasi Pengembangan Kurikulum Literasi dan Numerasi Berbasis Teknologi di Sekolah Dasar: Aspek Humanis dan Integratif”. Beliau menyampaikan bahwa pengembangan kurikulum literasi dan numerasi yang memanfaatkan teknologi di Sekolah Dasar kini menjadi kebutuhan mendesak, mengingat kemajuan teknologi dan tuntutan kompetensi abad ke‑21. Kurikulum Merdeka memberi kebebasan kepada guru untuk menyusun pembelajaran yang kontekstual, tematik, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Teknologi tidak hanya dijadikan alat bantu, melainkan menjadi bagian integral dari pengalaman belajar yang bermakna melalui media interaktif, aplikasi edukatif, dan sistem pembelajaran adaptif. Meskipun begitu, implementasinya masih terhambat oleh faktor seperti kesiapan guru, keterbatasan infrastruktur, dan kurangnya sumber daya pendukung. Oleh karena itu, diperlukan indikator kompetensi yang jelas serta kerja sama berkelanjutan antara sekolah, guru, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya agar kemampuan literasi dan numerasi siswa dapat berkembang secara optimal.
Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa pendekatan humanis menjadi landasan yang penting dalam pengembangan kurikulum dengan menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran yang memiliki karakteristik dan kebutuhan berbeda. Kurikulum yang humanis mendorong pembelajaran yang memperhatikan aspek emosional, fleksibel, dan adaptif, serta menumbuhkan budaya literasi dan numerasi di lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Kemudian integrasi pembelajaran dilakukan melalui rancangan pembelajaran tematik terpadu, penilaian autentik berbasis teknologi, dan kolaborasi interdisipliner. Setelah itu dukungan kebijakan, peningkatan profesionalisme guru, penyediaan infrastruktur, serta keterlibatan orang tua dan komunitas, pengembangan kurikulum ini mampu meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan mempersiapkan siswa menjadi generasi yang kompeten, mandiri, dan berkarakter.
Acara dikembalikan kepada moderator, yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Setelah melakukan sesi tanya jawab setiap mahasiswa yang bertanya diberikan reward dan voucher. Selanjutnya kegiatan diambil alih oleh mc. Kemudian mc menutup kuliah tamu yang telah berlangsung dengan khidmat. Peserta kuliah tamu meninggalkan ruangan dengan tertib sesuai arahan yang diberikan oleh tim panitia.