PGSD FKIP UMM Gelar Seminar Literasi untuk Calon Guru SD

Kegiatan seminar PGSD Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP UMM mengadakan seminar inspiratif dan kuliah perdana yang bertajuk “Literasi bagi Guru SD”. Acara ini dihelat menjadi bukti nyata betapa mahasiswa muda dapat memainkan peran penting dalam pengembangan pendidikan. Seminar ini menghadirkan lebih dari 150 mahasiswa PGSD serta calon guru SD yang bersemangat untuk memperdalam pemahaman mereka tentang literasi dan bagaimana hal ini dapat diterapkan dalam dunia pendidikan. Dalam sambutannya, Bapak Bustanol Arifin, M.Pd selaku Kaprodi PGSD menjelaskan bahwa tujuan utama seminar adalah mengajarkan calon guru SD masa depan tentang pentingnya membaca, menulis, dan pemahaman teks. Ia menegaskan bahwa kemampuan literasi merupakan salah satu pondasi kunci dalam pendidikan. Seminar ini menampilkan beberapa pembicara yang ahli dalam bidang literasi. Mereka membahas pentingnya metode pengajaran literasi yang efektif, seperti membaca dengan suara, penceritaan, dan pemanfaatan berbagai sumber literasi. Para peserta mendapat panduan praktis tentang cara membuat pengalaman belajar literasi yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak. Selain itu, seminar ini menekankan pentingnya mendekatkan teknologi dengan literasi. Mahasiswa dan calon guru diajak untuk mengenali alat-alat dan aplikasi digital yang dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran literasi dalam era digital. Juprianto, M.Pd sebagai pembicara mengungkapkan, “Ini adalah langkah besar dalam menginspirasi calon guru SD untuk membantu siswa mereka dalam mengembangkan literasi yang kuat. Mahasiswa kami memiliki peran kunci dalam membawa perubahan positif dalam pendidikan dasar.” Seminar literasi yang digelar oleh mahasiswa ini telah memberikan dampak positif dalam dunia pendidikan. Mereka berhasil memotivasi calon guru SD untuk menjadi pendidik yang berkomitmen dalam meningkatkan literasi anak-anak mereka dan mendukung perkembangan pendidikan yang lebih baik. (Rin)

Pelatihan Literasi berbasis Profil Pelajar Pancasila: Dosen PGSD UMM kolaborasi dengan Guru Rumaisa School Korea Selatan

Dosen PGSD UMM yang melaksanakan pengabdian dosen luar negeri. Dosen PGSD UMM melakukan kegiatan pengabdian dengan judul pelatihan implementasi Gerakan literasi sekolah berbasis Profil Pelajar Pancasila pada guru Rumaisa School Korea Selatan pada 11 September 2023 yang dilaksanakan melalui via zoom. Tim pengabdian dosen antara lain Arinta Rezty Wijayaningputri, S,Pd.,M.Pd, Innany Mukhlishina, M.Pd, dan Mutyas Galuh Danawati, S.Pd., M.Pd. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memajukan literasi supaya membantu memotivasi anak sehingga mereka tumbuh menjadi warga dunia yang nantinya mereka bisa berpengetahuan luas dan berpendidikan. Arinta Rezty Wijayaningputri, S.Pd.,M.Pd selaku ketua pengabdian menyampaikan fokus penelitian ini pada nilai-nilai yang sangat berarti dalam kehidupan sehari-hari kita terutama pada nilai pancasila. Kami memilih hal tersebut karena dimana itu akan menjadi pondasan membangun karakter dan moral siswa. Kemudian Ninda Ekaristi, S.T selaku kepala sekolah Rumaisa School menyampaikan  “Besar harapan kami dengan adanya program pengabdian-pengabdian dari berbagai universitas di Indonesia dapat membantu dan menjawab tantangan-tantangan kegiatan atau aktivitas di Rumaisha School. Di tengah kesibukan kami para guru Rumaisa School sebagai ibu juga istri dan guru Rumaisa School semoga bisa menyerap dan mengambil yang bermanfaat dari pengalaman yang diberikan”. Meeting Zoom keberlangsungan program pengabdian. Pada materi pertama tentang gerakan literasi sekolah berbasis profil pelajar pancasila yang disampaikan oleh Mutyas Galuh Danawati, S.Pd., M.Pd membahas isi dari profil pelajar pancasila ada beriman bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia, belajar kritis, mandiri, gotong royong, kreatif, dan berkebinekaan global. GLS berbasis profil pelajar pancasila yang berisi kurikulum merdeka, profil pelajar pancasila GLS. Sehingga program pelajar pancasila ini harus benar-benar digencarkan sehingga siswa tersebut bisa menumbuhkan pancasila itu. Pada saat sesi tanya jawab Bu Ninda bertanya mengenai bahasa pada anak-anak perkawinan campuran yang sulit memahami bahasa Indonesia dan pertanyaan tersebut ditanggapi oleh Bu Murtyas, beliau menjawab bahwa kami bertiga dengan dekanat bisa menggandeng kemudian bisa jadi dengan teman-teman yang lain bisa berkolaborasi untuk memecahkan masalah yang ada di Korea. Kegiatan selanjutnya adalah materi tentang ketentuan penulisan cerita anak berbasis profil pelajar Pancasila yang disampaikan oleh Arinta Rezty Wijayaningputri, S.Pd.,M.Pd  yaitu yang pertama langkah umum, ketentuan, dan format penulisan dalam penyusunan cerita anak yang dilanjutkan dengan bagaimana nantinya dikaitkan dengan profil pelajar Pancasila. Setelah materi selesai diberikan, dilanjutkan dengan kegiatan tanya jawab, diskusi, dan sharing terkait produk cerita anak yang akan dihasilkan. Selanjutnya pada acara terakhir ada penyampaian kesan dan pesan dari Assoc. Prof. Dr. Agus Sulaeman, S.Pd., M.Pd. Kesan beliau pada pertemuan ini adalah sangat baik, sangat menarik, terutama sharing ilmu dari beberapa dosen PGSD UMM yang memang beliau lihat sangat lengkap sekali gerakan literasi sekolah, terutama pada penerapan-penerapan mulai dari point A-Z kemudian itu nanti bisa diterapkan di Korea Selatan. Dan berharap itu nanti bisa lanjut untuk mencerdaskan anak-anak di Korea Selatan terutama anak-anak yang perkawinan campuran. Dan pesan yang beliau sampaikan adalah harus berlanjut kegiatan ini bukan hanya sekedar untuk selesai PKM, tetapi bagaimana kedepannya itu bisa diteruskan. (Mur/Ar/In)

“Literacy from The Heart” Mengantarkan Amira menjadi 2nd Runner Up Putri Pendidikan Jawa Timur 2023

“Literacy from the heart. This is what I learnt from my mother. It’s not only about reading and writing, but also educating people, learning to be better, teaching them what to do and not to do, and empower more. Here I am, asking you to stand together, educate people sincerely, dedicate all we have to help many more people, in the name of God, in the name of humanity. Together, we are creating the results, we all want to see. Every child is struggling to reach their potential, in the classroom, in work, and in life. Teaching is our life journey.  I strongly believe that, we can change our life through literacy from the heart, and that’s, EDUCATION. “Begitulah pidato bahasa Inggris penuh makna yang disampaikan oleh Amira Syafana, saat sesi TOP 8 Pidato advokasi, acara Grand Final Putra Putri Pendidikan Jawa Timur 2023 yang diselenggarakan di Grand Mall Surabaya, 11 Juni 2023. pukul 14.00 WIB. Acara yang digelar dengan sangat meriah ini dihadiri oleh ratusan orang, alumni Putra Putri Pendidikan Jawa Timur 2022 dan para pengunjung Mall Grand Surabaya. Sampai pada sesi TOP 5, Amira kembali terpilih dan melaksanakan sesi Q and A dan menjawab pertanyaan juri dengan sangat lantang dan tepat waktu. Pada sesi TOP 5, Amira berhasil menjawab pertanyaan juri tentang implementasi aspek Multikultural dalam pembelajaran sejarah dikaitkan dengan dunia pendidikan. Amira saat melakukan QnA Sampai akhirnya pengumuman pemenang lomba Putra Putri Pendidikan Jawa Timur 2023, dengan doa yang terus mengalir tiada henti, dan dukungan yang luar biasa dari orang tua, sahabat, tetangga, teman di medsos, teman kuliah dan dosen PGSD UMM, Amira Syafana terpilih menjadi 2nd Runner Up Putri Pendidikan Jawa Timur 2023. Acara Grand Final Putra Putri Pendidikan Jawa Timur 2023, disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube PPPendidikan Jawa Timur. Sementara untuk babak penyisihan, semi final dan Final diselenggaarakan mulai bulan Februari 2023 sampai sesi karantina di tanggal 27-28 Mei 2023. Semua tahapan lomba, mulai dari test tulis dan kepribadian, wawancara, unjuk bakat, debat terbuka, public speaking, dan pengabdian sebagai guru di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), dilakukan dengan sangat percaya diri oleh gadis berjiwa petualang yang akrab disapa Amira ini. Amira berkata semua perjuangan, pengabdian dan dedikasi dalam dunia pendidikan ini, dipersembahkan untuk kedua orang tuanya, saudaranya, dosen, dan sahabat satu asrama Putri UMM, seluruh mahasiswa prodi PGSD UMM, dan civitas akademika UMM tanpa terkecuali. Satu tagline yang selalu ada dalam benak gadis ceria ini. dan akan selalu diterapkan di dunia pendidikan, adalah Sincerity, simplicity for humanity. Semoga success story Amira Syafana mampu memberikan inspirasi bagi anak muda yang berjuang dalam bidang pendidikan. Belajar keteladanan dari seorang BJ Habibie bahwa, ‘ Jadilah pribadi yang konsisten dalam menekuni suatu bidang, ” secara otomatis membuat Amira tertantang untuk fokus dalam menekuni suatu bidang dalam kehidupan, yakni pendidikan dan pembelajaran. Ditambah lagi dengan pelajaran hidup yang didapatkan dari kedua orang tuanya  bahwa, “Sekalipun kita orang kecil, tapi tetap  semangat untuk bermimpi besar di tengah keterbatasan.”Dua konsep kehidupan dari orang-orang yang dikagumi Amira  dalam kehidupannya membuat Amira bisa sampai ke titik yang diharapkan. Amira terpilih sebagai Runner Up 2 Putri Pendidikan Jawa Timur