Pentingnya Pengenalan Awal Siswa SD dengan Asesmen Diagnostik dalam Kurikulum Merdeka
Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Tyas Deviana, M.Pd Kamis, 9 November 2023 diselenggarakan pelatihan penyusunan instrumen asesmen diagnostik oleh Tim Dosen PGSD UMM. Sasaran pelatihan ini adalah guru SD, pada kesempatan ini kegiatan dilakukan pada guru SDN Mojolangu 1 Kota Malang. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Kepala Sekolah SDN Mojolangu 01 dan dilanjutkan sambutan oleh ketua tim pengabdian dari PGSD UMM. Kegaiatan berlangsung dalam 3 jam dengan peserta guru berjumlah 10 orang. Hasil dari instrumen yang dikembangkan oleh guru diharapkan dapat diimplementasikan di kelas masing-masing. Dengan adanya pengenalan awal peserta didik, guru dapat memfasilitasi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam sehingga dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. Asesmen Diagnostik merupakan langkah awal untuk guru dapat mendeteksi kebutuhan belajar peserta didik dilihat dari berbagai aspek seperti latar belakang keluarga dan sosial peserta didik. Tyas Deviana selaku ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa dalam pembelajaran asesmen diagnostik sangat diperlukan dikarenakan dapat mendukung guru dalam memaksimalkan potensi peserta didik. Pelatihan yang dilakukan memberikan manfaat yang sangat baik bagi kompetensi guru dikarenakan merupakan ilmu baru yang blum pernah dipelajari, jelas Ibu Iza selaku Kepala Sekolah SDN Merjosari 01. Selain itu, dalam kurikulum merdeka juga diwajibkan untuk menerapkan penilaian secara menyeluruh kepada peserta didik, salah satunya dengan asesmen diagnostik.
Inovasi Pendidikan: Dosen PGSD UMM Implementasikan Literasi berbasis Profil Pelajar Pancasila pada Guru Rumaisa School Korea Selatan

Dosen PGSD UMM Dalam rangka pengabdian dosen luar negeri dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Muhammadiyah Malang melakukan pelatihan implementasi Gerakan literasi sekolah berbasis nilai-nilai al islam dan budaya Indonesia pada guru Rumaisa School Korea Selatan pada 11 September 2023 yang dilaksanakan melalui via zoom. Tim pengabdian dosen antara lain Arinta Rezty Wijayaningputri, S,Pd.,M.Pd, Innany Mukhlishina, M.Pd, dan Mutyas Galuh Danawati, S.Pd., M.Pd. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memajukan literasi supaya membantu memotivasi anak sehingga mereka tumbuh menjadi warga dunia yang nantinya mereka bisa berpengetahuan luas dan berpendidikan. Arinta Rezty Wijayaningputri, S,Pd.,M.Pd selaku ketua pengabdian menyampaikan fokus penelitian ini pada nilai-nilai yang sangat berarti dalam kehidupan sehari-hari kita terutama pada nilai al islam dan budaya Indonesia. Kami memilih hal tersebut karena dimana itu akan menjadi pondasi membangun karakter dan moral siswa. Ibu Ninda Ekaristi, S.T selaku kepala sekolah Rumaisa School menyampaikan bahwa “Besar harapan kami dengan adanya program pengabdian-pengabdian dari berbagai universitas di Indonesia dapat membantu dan menjawab tantangan-tantangan kegiatan atau aktivitas di Rumaisha School. Di tengah kesibukan kami para guru Rumaisa School sebagai ibu juga istri dan guru Rumaisa School semoga bisa menyerap dan mengambil yang bermanfaat dari pengalaman yang diberikan”. Meeting zoom yang dilaksanakan oleh Dosen PGSD UMM Pada materi pertama tentang gerakan literasi sekolah berbasis nilai al islam dan budaya Indonesia yang disampaikan oleh Innany Mukhlishina, M.Pd membahas bahwa gerakan literasi sekolah berbasis nilai al islam dalam Al-Qur’an dirangkum dalam ayat-ayat tentang perintah motivasi untuk membaca dan menulis dalam arti luas menduduki penting pengembangan ilmu peradaban islam. Kemudian beliau juga menyampaikan megenai penanaman budaya Indonesia melalui gerakan literasi sekolah, hubungan antara gerakan literasi sekolah dan budaya Indonesia dapat dijelaskan sebagai penghargaan terhadap budaya Indonesia, pemahaman yang lebih mendalam tentang budaya, dan pemeliharaan bahasa dan budaya. Menanamkan gerakan literasi sekolah dengan budaya Indonesia kepada anak-anak memerlukan pendekatan yang terencana dan mendalam. Kemudian pada sesi tanya jawab Bu Ninda bertanya mengenai bahasa pada anak-anak perkawinan campuran yang sulit memahami bahasa Indonesia dan ditanggapi oleh Bu Innany bahwa ini merupakan tantangan bagi guru juga orang tua untuk mengajarkan bahasa, budaya, nilai agama itu lebih tinggi tantangannya. Tadi yang disampaikan saya rasa sudah baik jika bahasa Indonesia itu dilakukan di rumah jika anak-anak masih bisa mendengarkan bahasa Indonesia itu, minimal di lingkungan rumah. Pada materi kedua tentang menulis cerita anak yang disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Agus Sulaeman, S.Pd., M.Pd. Beliau menyampaikan bahwa cerita anak adalah karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman, kejadian, dan sebagainya yang ditujukan untuk anak yang ceritanya sederhana namun kompleks dan komunikatif serta mengandung nilai moral bagi anak. Jenis cerita anak ada cerita jenaka, dongeng, fabel, legenda, dan mite atau mitos.Unsur-unsur yang ada dalam cerita anak yaitu tema cerita, amanat, tokoh, latar, alur, sudut pandang, dan gaya. Dalam penulisan cerita anak itu harus bisa menarik perhatian anak dan penggunaan bahasa juga harus yang mudah dipahami oleh sang anak yang membaca, sehingga anak itu senang dalam membaca. Kegiatan dilakukan dengan penyampaian kesan dan pesan dari Ibu Ninda Ekaristi, S.T selaku kepala sekolah Rumaisa School. Beliau berpesan harapannya untuk kerja sama kedepan bisa sesuai dengan kebutuhan yang kami perlukan, Harapannya seperti itu. Karena tadi seperti RPP dan lain sebagainya semoga sesuai dengan yang kami butuhkan. Beliau mengucapkan banyak terimakasih kepada UMM karena sudah bekerja sama dengan Rumaisa School. (Mur/Ar/In)
Pelatihan Literasi berbasis Profil Pelajar Pancasila: Dosen PGSD UMM kolaborasi dengan Guru Rumaisa School Korea Selatan

Dosen PGSD UMM yang melaksanakan pengabdian dosen luar negeri. Dosen PGSD UMM melakukan kegiatan pengabdian dengan judul pelatihan implementasi Gerakan literasi sekolah berbasis Profil Pelajar Pancasila pada guru Rumaisa School Korea Selatan pada 11 September 2023 yang dilaksanakan melalui via zoom. Tim pengabdian dosen antara lain Arinta Rezty Wijayaningputri, S,Pd.,M.Pd, Innany Mukhlishina, M.Pd, dan Mutyas Galuh Danawati, S.Pd., M.Pd. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memajukan literasi supaya membantu memotivasi anak sehingga mereka tumbuh menjadi warga dunia yang nantinya mereka bisa berpengetahuan luas dan berpendidikan. Arinta Rezty Wijayaningputri, S.Pd.,M.Pd selaku ketua pengabdian menyampaikan fokus penelitian ini pada nilai-nilai yang sangat berarti dalam kehidupan sehari-hari kita terutama pada nilai pancasila. Kami memilih hal tersebut karena dimana itu akan menjadi pondasan membangun karakter dan moral siswa. Kemudian Ninda Ekaristi, S.T selaku kepala sekolah Rumaisa School menyampaikan “Besar harapan kami dengan adanya program pengabdian-pengabdian dari berbagai universitas di Indonesia dapat membantu dan menjawab tantangan-tantangan kegiatan atau aktivitas di Rumaisha School. Di tengah kesibukan kami para guru Rumaisa School sebagai ibu juga istri dan guru Rumaisa School semoga bisa menyerap dan mengambil yang bermanfaat dari pengalaman yang diberikan”. Meeting Zoom keberlangsungan program pengabdian. Pada materi pertama tentang gerakan literasi sekolah berbasis profil pelajar pancasila yang disampaikan oleh Mutyas Galuh Danawati, S.Pd., M.Pd membahas isi dari profil pelajar pancasila ada beriman bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia, belajar kritis, mandiri, gotong royong, kreatif, dan berkebinekaan global. GLS berbasis profil pelajar pancasila yang berisi kurikulum merdeka, profil pelajar pancasila GLS. Sehingga program pelajar pancasila ini harus benar-benar digencarkan sehingga siswa tersebut bisa menumbuhkan pancasila itu. Pada saat sesi tanya jawab Bu Ninda bertanya mengenai bahasa pada anak-anak perkawinan campuran yang sulit memahami bahasa Indonesia dan pertanyaan tersebut ditanggapi oleh Bu Murtyas, beliau menjawab bahwa kami bertiga dengan dekanat bisa menggandeng kemudian bisa jadi dengan teman-teman yang lain bisa berkolaborasi untuk memecahkan masalah yang ada di Korea. Kegiatan selanjutnya adalah materi tentang ketentuan penulisan cerita anak berbasis profil pelajar Pancasila yang disampaikan oleh Arinta Rezty Wijayaningputri, S.Pd.,M.Pd yaitu yang pertama langkah umum, ketentuan, dan format penulisan dalam penyusunan cerita anak yang dilanjutkan dengan bagaimana nantinya dikaitkan dengan profil pelajar Pancasila. Setelah materi selesai diberikan, dilanjutkan dengan kegiatan tanya jawab, diskusi, dan sharing terkait produk cerita anak yang akan dihasilkan. Selanjutnya pada acara terakhir ada penyampaian kesan dan pesan dari Assoc. Prof. Dr. Agus Sulaeman, S.Pd., M.Pd. Kesan beliau pada pertemuan ini adalah sangat baik, sangat menarik, terutama sharing ilmu dari beberapa dosen PGSD UMM yang memang beliau lihat sangat lengkap sekali gerakan literasi sekolah, terutama pada penerapan-penerapan mulai dari point A-Z kemudian itu nanti bisa diterapkan di Korea Selatan. Dan berharap itu nanti bisa lanjut untuk mencerdaskan anak-anak di Korea Selatan terutama anak-anak yang perkawinan campuran. Dan pesan yang beliau sampaikan adalah harus berlanjut kegiatan ini bukan hanya sekedar untuk selesai PKM, tetapi bagaimana kedepannya itu bisa diteruskan. (Mur/Ar/In)