
Malang-06 Januari 2025, PGSD UMM mengadakan kuliah tamu dengan tema : “Hypnoteaching untuk Calon Guru PGSD : Kunci Sukses Dalam Mencipatakan Pembelajaran Bermakna”. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Badan Administrasi Umum atau yang lebih dikenal dengan BAU. Peserta diikuti oleh mahasiswa PGSD UMM dengan pemateri yang luar biasa bapak Umar Hadi, M. Pd. Beliau merupakan owner dan CEO PT. Internasional Better Learning Upgrader. Serta beliau ini merupakan alumni dari Universitas Muhammadiyah Malang program studi pendidikan Biologi.
Kegiatan dibuka oleh bapak Bustanol Arifin, M. Pd. Selaku kepala program studi PGSD. Selanjutnya acara berlangsung dengan seru diiringi antusias para peserta. Pada awal pembukaan pak Umar menyampaikan betapa pentingnya Hypnoteaching ini bagi seorang guru. Salah satu buktinya adalah begitu banyak mahasiswa yang menggunakan materi skripsi seputar hypnoteaching. Beliau kemudian melanjutkan dengan menguji konsentrasi mahasiswa menggunakan tepukan. Metodenya adalah dengan mengajak peserta berdiri lalu memberikan aba-aba supaya peserta melakukan gerakan sesuai dengan instruksinya. Sampai semua peserta memiliki konsentrasi yang baik.
Beliau juga mengingatkan bahwa seorang gurutidak boleh meninggalkan budaya 5S, yaitu Salam, Senyum, Sapa, Sopan, dan Santun. Kelimanya merupakan hal wajib yang harus dimiliki oleh seorang guru. Mengingat seorang guru akan selalu berinteraksi dengan peserta didiknya. Setelah itu beliau melanjutkan materinya mengenai hypnoteaching.
Hypnoteaching adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang menggunakan prinsip-prinsip hypnosis atau metodelogi hipnosis. Tujuan utama hypnoteaching adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung. Hipnosis adalah suatu keadaan kesadaran yang berubah, ditandai dengan fokus perhatian yang meningkat dan sugestibilitas yang tinggi. Peristiwa ini dapat terjadi ketika kita sedang menonton drama korea, main game, menonton iklan, dan lain-lain.
Hipnosis itu terdiri beberapa macam seperti tidak tertidur. Tidak kehilangan kesadaran. Tidak menggunakan jin, mantra dan unsur klenik. Hipnosis itu ilmiah : Alfa dan Theta State. Hipnosis adalah kondisi sehari-hari. Hipnosis tidak bisa digunakan pada tindak kriminalitas. Hipnosis hanya bekerja pada klien yang BERSEDIA dan SETUJU di hypnosis. Hipnosis tidak memaksakan kehendak. Hipnosis tidak bekerja pada orang dengan tunarungu dan tunawicara.
Peristiwa hypnosis ini dapat terjadi ketika manusia dalam tingkat kesadaran Alpha dan Theta. Serta dua tingkatan yang tidak dapat terhipnosis adalah Beta dan Delta. Kesadaran tingkat Beta ini adalah ketika seorang manusia dalam kondisi kesadaran penuh sehingga tidak memiliki celah untuk dihipnosis. Sementara kondisi Delta terjadi ketika kita sedang tidur dengan terlelap. Selanjutnya ketika kita dalam kondisi yang dapat dihipnosis adalah Ketika Alpha, yaitu kondisi pikiran ketika kita sedang rileks dan banyak bercerita sehingga memiliki kecenderungan rentan untuk dihipnosis. Selanjutnya kondisi Theta merupakan kondisi Ketika manusia dalam kondisi yang sangat rileks sehingga sangat rentan untuk menerima hypnosis.
Selanjutnya beliau memberikan tips untuk melakukan hypnosis atau memprogram pikiran seorang siswa. Tips tersebut adalah 7 Jurus Rahasia, jurus yang pertama adalah first impression. Hal ini penting untuk mendobrak pikiran bawah sadar siswa. Kedua Building Rapport, dengan membangun kedekatan Bersama siswa. Ketiga Attention Focusing Statement, ini merupakan salah satu jurus memprogram pikiran siswa untuk focus serta mengembalikan topik materi pelajaran yang mungkin lepas kendali karena satu dan lain hal. Keempat Positive Statement, yaitu dengan menyampaikan kalimat-kalimat positif kepada siswa. Kelima adalah Jangkar Emosi. Keenam Time Alocation dalam jurus ini seorang guru harus mampu mengalokasikan waktu belajar denga sebaik mungkin. Serta jurus yang ketujuh adalah Self Image Reprograming, seorang guru harus selalu memberikan afirmasi untuk meningkatkan motivasi kepada siswa.
Kegiatan kuliah tamu ini sangat inspiratif dengan metode baru yang diberikan dan seru dengan pemateri yang interaktif sehingga peserta menjadi tidak merasa ngantuk denga napa yang disampaikan hal ini dikatakan oleh salah satu peserta seminar. Kemudian kegiatan diakhiri dengan melakukan foto bersama antara pemateri, dosen, dan seluruh Mahasiswa PGSD.(EAF)
